Senin, 03 September 2012

MANFAAT YOGA UNTUK ATLET RENANG



Rahasia di balik menjadi perenang yang handal tidak hanya terletak pada, dedikasi, kekuatan fisik, atau bakat Anda. Semua berhubungan secara langsung dengan suatu inti, yang mengkoordinasi segala sesuatu, dari, fleksibilitas kekuatan dan pernafasan. Satu hal yang membantu meningkatkan kemampuan renang Anda tidak lain adalah yoga . Hal yang satu ini sekarang telah menjadi standar untuk latihan perenang.

Saat ini, latihan yoga diakui sebagai bagian utama dari pelatihan renang. Latihan dryland ini menawarkan banyak manfaat bagi perenang, yang sangat membantu dalam meningkatkan kinerja mereka. Ini sangat membantu dalam relaksasi otot-otot yang tidak digunakan.
 
Dalam jangka pendek, yoga membantu perenang menghemat energi mereka. Yoga juga mampu meningkatkan pola pernapasan Anda, yang jelas memainkan peran penting dalam prestasi seorang perenang. Yoga juga membantu mengembangkan keseimbangan Anda, yang membuat Anda meluncur di air dengan mulus dan mudah. Tapi itu belum lengkap, yoga juga membuat semua bagian tubuh Anda fleksibel. Dengan demikian, membuat perenang lebih mudah meregangkan lengan, bahu, dan kaki dari sebelumnya.
Yoga untuk para juara renang ini tanpa diragukan lagi merupakan rahasia mereka tidak hanya dalam mempertahankan tubuh keren tetapi juga dalam daya saing mereka. Ini berbeda dari latihan ribuan meter tiap hari, tetapi efeknya jauh lebih bermanfaat. Latihan ini terlihat lebih santai dan sangat sederhana namun bermanfaat bagi semua perenang. Memang benar bahwa yoga membantu dalam membangun otot, pernafasan dan efektifitas penggunaan energi tetapi tujuan utamanya adalah untuk mempermudah Anda mengkoordinasikan semua gerakan.

Jika Anda ingin membangun sebuah tubuh yang kencang dan ingin mengkoordinasikan semua stroke / gerakan Anda sesempurna perenang kelas dunia, temukanlah rahasia yoga sekarang dan kembangkanlah stroke yang sempurna dan efisien.

Kamis, 31 Mei 2012

HASIL KEJURNAS RENANG 2012

Selamat buat Terrence, akhirnya berhasil menjadi perenang terbaik nasional KU 4.
Terima kasih buat Teguh, pelatih di klub TCS Semarang yang dengan tekun melatih Terrence sehingga dia bisa mencapai prestasi ini.
Jangan cepat puas dengan prestasi yang sekarang ya....
Ayo, kita raih lagi prestasi yang lebih tinggi.

Minggu, 13 Mei 2012

Non-Traditional Race Specific Pace Training

Baru-baru ini public renang di Amerika ramai membicarakan fenomena baru di Kejuaraan Kelompok Umur (Age Group) disana. Ada bintang baru yang sangat menonjol, Michael Andrew, anak berusia 12 th yang memecahkan 12 Rekornas. Dia juga menjadi anak pertama berusia 12th yang bisa berenang 50 yard gaya bebas dibawah 22 detik (21.85).

Diluar faktor bahwa dia memiliki tubuh yang tinggi (180 cm +), saya lebih tertarik mengetahui bagaimana bentuk latihan yang dilakukannya. Dari wawancara dengan ayah sekaligus pelatih Michael, Peter Andrew, saya jadi lebih penasaran. Coba Anda tebak, berapa kali dia latihan dalam seminggu? Berapa ribu meter sekali latihan? Jawabannya pasti jauh diluar perkiraan Anda. Dia hanya latihan 3x /minggu, tidak lebih dari 2500m /hari. Anda meragukan kualitas Endurance-nya? Ingat dia juga memecahkan record 200 yard.
Peter menjelaskan bahwa metode yang dipakai mereka adalah terobosan baru  'Non-Traditional Race Specific Pace Training'. Michael juga ditangani oleh beberapa ahli renang yang saat ini menjadi tim pelatih renang Inggris dan Australia, salah satunya adalah ahli biomekanik yang bertugas menganalisa stroke Michael.
Dasar prinsipnya, Michael hampir tidak pernah berenang dengan kecepatan rendah, semua latihannya dilakukan dengan kecepatan seperti lomba (race pace). Stroke dianalisa dalam kecepatan tinggi pula, ini berbeda dengan cara tradisional yang mengkoreksi stroke dari lambat ke cepat. Hampir semua latihannya dilakukan di fase anaerobic, tidak ada latihan jarak jauh / aerobic endurance dll.
Terobosan ini menurut saya menarik untuk diamati dan dianalisa lebih lanjut, kita tidak boleh terlalu cepat menyatakan pro atau kontra, yang pasti hasilnya sangat menakjubkan. Tugas para ahli dibidangnya masing-masing untuk meneliti:
Apakah metode ini lebih baik dari yang selama ini kita pakai?
Apakah bisa mencetak atlet yang 'lengkap' di usia emas mereka?
Kita tunggu saja perkembangan teknologi dan penelitian mereka. Atau tunggu saja hasil Michael Andrew di Olimpiade 2016, apakah dia bisa menjadi the next Michael Phelps?
Apapun yang terjadi, selamat buat Peter dan Michael Andrew....KEEP BREAKING THE RECORD.

Senin, 30 April 2012

Pembinaan Atlet Usia Muda yang BENAR...


Mengamati Talent Scouting di UPI Bandung kemarin memancing saya untuk membuat tulisan ini.
Saya mengamati terutama atlet yg paling muda (kelahiran 1999-2000). Hasil test mereka menarik untuk dibahas disini.
Pertama, ENDURANCE - Saya mengamati beberapa atlet muda telah mempunyai endurance yg luar biasa (menurut saya) bahkan mengalahkan beberapa seniornya yg 4 th lebih tua. Dalam hati saya bertanya, sehari dia latihan berapa ribu meter ya ???
Kedua, POWER / STRENGHT - Saya lihat juga hasil beberapa atlet muda, terutama yg berprestasi jarak pendek (50 - 100), bisa juga mengalahkan seniornya dalam hal kekuatan otot. Ada yang Pull Up bisa lebih dari 20x.....HEBAT.....Latihan pakai apa ya mereka ???
Masalahnya bukan pada kehebatan mereka, saya juga tidak berkomentar apakah SALAH / BETUL apabila atlet muda bisa mencapai hal-hal diatas. Betul / Salah dalam pembinaan olahraga adalah relatif menurut saya.
Saya hanya ingin menyampaikan versi pembinaan yang saya yakini saat ini yang berdasarkan hasil penelitian terkini. Saya ambil terjemahan dari USA Swimming.

Pada periode pertama (generalized), fokus utama pada teknik, stroke, start, pembalikan, streamlining. Endurance mulai dibina secara bertahap, porsi endurance yg lebih besar diberikan pd umur 11-13 (putri) dan 12-14th (putra), karena pada umur tsb kapasitas paru-paru tumbuh secara signifikan. Latihan beban tidak dianjurkan, cukup latihan dg bobot tubuh sendiri, fleksibility, dan core strength. Sangat dianjurkan melakukan lebih dari satu cabang olahraga dg tujuan agar perkembangan motorik dan ototnya lengkap. Jadi latihan renangnya ga perlu tiap hari, anak harus punya waktu untuk bermain dan melakukan olahraga lain. Pada periode ini anak tidak boleh fokus pada menang atau kalah, lebih fokus pada teknik renang yg benar.
Pada periode kedua (specialized), baru pada fase ini atlet bisa difokuskan ke renang saja. Pada fase ini pertumbuhan sudah mendekati maksimal, otot-2 sudah lebih siap. Program dryland terstruktur bisa dimulai, endurance bisa ditingkatkan, dan atlet sudah lebih siap secara fisik maupun mental untuk berlatih lebih berat dan mencapai karir yang berprestasi di dunia renang.
Atlet yang di-fase awal mempunyai kesempatan berkembang secara lengkap, baik motorik maupun fisik, punya kecenderungan bisa mencapai peningkatan prestasi lebih panjang dan lebih baik daripada mereka yang hanya fokus di renang saja sejak dini.
Kesimpulannya apakah ada yang salah dg hasil test atau pembinaan atlet muda kita? Tergantung versi mana yang Anda percaya dan yakini.
Prinsipnya adalah prestasi puncak yg kita kejar adalah usia 19th keatas, jadi jangan mengorbankan potensi jangka panjang untuk mencapai suatu prestasi instan sekarang.

SABAR.........

Senin, 16 April 2012

HASIL POPDA SD 2012

Kamis kemarin tanggal 12 April 2012, Terrence mengikuti POPDA SD Jateng. Lumayan hasilnya 3 emas di nomor spesialisnya 50, 100, dan 200 bebas. Yang lebih melegakan dia bisa pecah best time dari KRAPSI Desember lalu. Banyak yang masih harus diperbaiki, tapi pencapaian ini suatu awal yang bagus untuk pembuka tahun ini.
Kota Semarang akhirnya menjadi juara umum dengan meraih 16 emas, 7 diantaranya disumbangkan dari cabang renang. Renang dan senam yang mempertandingkan banyak nomor terbukti menjadi penentu kemenangan.
Kita berharap semoga Pemda lebih memperhatikan dan mengutamakan cabang-cabang olahraga ini. Sedih mendengar di beberapa daerah atlet-atlet renang masih tidak di support dana pemberangkatan (alias suruh bayar dewe), dana lebih diutamakan untuk sepakbola. Bukannya saya anti sepakbola, saya juga penggemar bola, tapi untuk pertandingan multievent cabang beregu tidak akan memberikan sumbangan yang berarti. Dana yang dikeluarkan untuk memberangkatkan 18-20 orang pemain sepakbola maksimal hanya akan menghasilkan 1 medali thok...Coba bandingkan, dana yang dipakai memberangkatkan 1 atlet renang bisa menghasilkan 4 medali.
Apabila dana yang dipakai untuk sepakbola separuhnya saja disalurkan untuk membina renang, saya yakin atlet kita pasti bisa merajai SEA GAMES, ASIAN GAMES, bahkan bisa juara Olimpiade. Bukan mengkhayal, tapi ini adalah mimpi saya yang berusaha saya wujudkan. GO Terrence.......kejar target berikutnya...JUARA NASIONAL. Tuhan memberkati...AMIN.